Hallo para hobiest ikan hias....
Salam kenal dari kami, mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat anda yang membutuhkannya dan berencana untuk memelihara ikan hias di rumah atau dimana saja sesuai dengan yang anda inginkan.
Untuk memelihara ikan hias, tentunya anda perlu media (wadah) untuk menampung ikan yang akan anda pelihara sebagai tempat hidupnya. Nah... tempat yang diperlukan tentunya sudah kita tahu, lazimnya orang pasti ditempatkan di aquarium sebagai media/tempat untuk memelihara ikannya.
Biasanya dibuat dari bahan yang tembus pandang dimana orang bisa melihat keindahan penghuninya. Bahannya bisa dari kaca atau plastik keras dan tebal. Aquarium ini bisa diperoleh dengan cara membelinya yg sudah jadi dan bisa dicari di toko-toko penjual ikan/aquarium atau di tukang/toko kaca dengan cara memesannya sesuai dengan rencana dan keinginan kita. Atau bila anda mau berkreasi sendiri dengan cara membuatnya sendiri sesuai dengan keinginan kita. Tapi yg terakhir ini, anda setidaknya sudah advance mengenai cara pembuatan aquarium.
Sebaiknya sebelum anda memutuskan untuk membuat atau membeli aquarium, terlebih dahulu sudah ada dalam rencana atau benak anda, ikan hias apa yang akan kita pelihara nanti. Supaya tidak jadi penyesalan pas kita mau dan sudah beli ikannya. (belum lagi harus dipikirkan mengenai ruang atau letak dimana nantinya kita akan menaruh aquarium tsb.)
Kenapa sebaiknya demikian?
Karena ikan hias yang ada di dunia ini, khususnya yang ada disekitar kita, macam dan jenisnya itu sangat banyak dengan berbagai ciri, karakteristik dan ukuran yang berbeda-beda.
Apabila aquarium yg kita beli/buat terlalu kecil (misalnya ukuran 60 cm x 40cm x 40 cm) , kemudian anda 'hunting' ikan ke sebuah toko penjual ikan hias misalnya, dan anda tertarik untuk membeli misalnya ikan arwana. Memang pada saat dibeli masih kecil (10 - 15 cm) dan anda lupa tidak memperhitungkan bahwa ikan arwana ini bisa tumbuh panjang dan besar sekitar 70cm - 100cm. Sehingga pada waktu ikan arwana ini semakin lama semakin besar, maka aquarium kita yg kecil tidak bisa lagi menampungnya. Akibatnya tentu saja kita perlu aquarium lagi dengan ukuran yg sesuai dengan ikan arwana yang dulu anda beli. Mau tidak mau kita harus merogoh kocek lagi untuk mendapat aquarium tsb.
Atau, biasanya begitu kita hunting ikan ke toko maupun ke farm peternak ikan, kita bernafsu untuk membeli berbagai macam ikan hingga tanpa sadar anda membeli begitu banyak ikan. Begitu sampai rumah, baru anda kebingungan untuk menaruh ikan yg sudah anda beli, karena aquariumnya tidak cukup menampungnya. Apabila dipaksakan untuk mamasukkan semua ikan yang anda beli, maka akibatnya aquarium kita menjadi terlalu padat dan ini bisa membahayakan ikan atau penghuni di dalamnya. Mending kalau anda tahu karakter ikan yang anda beli, kalau tidak 'chaos' dah. Misalnya anda beli ikan yang teritorial (galak), ikan yang peacefull, ikan bergerombol dan itu semua disatukan. Coba saja anda tinggal menghitung hari, detik demi detik.. pelan tapi pasti ikan anda berguguran. Dan juaranya tentu saja yg paling kuat yang tersisa di aquarium anda.
Itu adalah beberapa ilustrasi yang mungkin harus diperhatikan apabila anda berencana untuk memelihara ikan di aquarium.
Sekarang kita kembali, ke aquarium yang sudah kita punya setelah membuat atau membelinya.
Setelah aquarium kita miliki, sekarang tinggal mendesain interior sesuai dengan selera kita agar tampilan aquarium kita tampil cantik, enak dipandang dan nyaman buat penghuni didalamnya. Untuk bahannya, bisa kita dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko penjual aksesoris aquarium atau anda juga bisa berkreasi sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
Langkah pertama, biasanya setting background aquarium yaitu menutup bagian belakang dengan gambar/foto lingkungan di dalam air yang berupa foto tumbuhan air, batu dsb. Selanjutnya bagian dasar diisi dengan pasir atau kerikil. Fungsinya, pemberian pasir / kerikil di dasar aquarium adalah selain mempercantik dan meniru lingkungan habitat ikan di dalam air juga mempercantik penampilan. Selain itu bisa juga dijadikan sebagai media untuk tumbuhnya tanaman air bila kita berencana untuk menambahkannya. Kemudian fungsi lainnya, pasir atau batu bisa membantu proses penjernihan air yaitu menahan kotoran yang berasal dari feces ikan maupun sisa makanan yang tidak termakan oleh ikan supaya tidak berterbangan sehingga membuat air menjadi kelihatan kotor dan keruh. Tapi penambahan pasir atau kerikil pada dasar aquarium disamping memiliki fungsi dan manfaat seperti diatas juga memiliki kelemahannya, yaitu akan mempersulit kita pada saat melakukan pembersihan aquarium secara berkala yang dilakukan dengan penyiponan.
Selanjutnya silahkan kembangkan kreasi anda, untuk mendesain dekorasi dalam tank anda. Apabila belum punya ide atau gambaran, anda bisa melihat contohnya dengan meniru yg sudah jadi atau dari foto dan gambar. Kemudian memilih ornament-ornament apa saja yg dipakai dan juga tumbuhan-tumbuhan yang hendak ditanam dalam aquarium nanti. Catatan : untuk tanaman itu memerlukan keahlian dan perhatian khusus agar tanaman itu bisa tumbuh dan berkembang dalam aquarium. Bagi yang tidak mau repot, bisa cari alternatif lain dengan membeli tumbuhan tiruan yang terbuat dari plastik.
Untuk setting dengan menempatkan tanaman air biasanya dilakukan setelah setting dekorasi dalam aquarium selesai dan setelah diisi air ke dalam aquarium.
Kegunaan penambahan tanaman air dalam aquarium selain sebagai dekorasi juga bisa bermanfaat untuk menyerap dan memproses kehadiran gas karbon (CO2) di dalam air yang bisa berbahaya buat ikan apabila jumlahnya berlebihan.
Jangan lupa, bahwa mendekor aquarium pada prinsipnya selain untuk memanjakan kita agar enak dipandang juga harus ditujukan agar dekorasi tersebut juga enak dan memanjakan penghuni di dalamnya yaitu ikan-ikan peliharaan kita. Kita bisa anteng dan betah melihatnya dan ikan pun hidup dan berkembang dengan aman dan sehat.
Setelah itu, kita melangkah ketahap selanjutnya yaitu aksesoris dan perlengkapan akuarium.
Peralatan dan perlengkapan aquarium yang kita butuhkan diantaranya adalah :
Salam kenal dari kami, mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat anda yang membutuhkannya dan berencana untuk memelihara ikan hias di rumah atau dimana saja sesuai dengan yang anda inginkan.
Untuk memelihara ikan hias, tentunya anda perlu media (wadah) untuk menampung ikan yang akan anda pelihara sebagai tempat hidupnya. Nah... tempat yang diperlukan tentunya sudah kita tahu, lazimnya orang pasti ditempatkan di aquarium sebagai media/tempat untuk memelihara ikannya.
Biasanya dibuat dari bahan yang tembus pandang dimana orang bisa melihat keindahan penghuninya. Bahannya bisa dari kaca atau plastik keras dan tebal. Aquarium ini bisa diperoleh dengan cara membelinya yg sudah jadi dan bisa dicari di toko-toko penjual ikan/aquarium atau di tukang/toko kaca dengan cara memesannya sesuai dengan rencana dan keinginan kita. Atau bila anda mau berkreasi sendiri dengan cara membuatnya sendiri sesuai dengan keinginan kita. Tapi yg terakhir ini, anda setidaknya sudah advance mengenai cara pembuatan aquarium.
Sebaiknya sebelum anda memutuskan untuk membuat atau membeli aquarium, terlebih dahulu sudah ada dalam rencana atau benak anda, ikan hias apa yang akan kita pelihara nanti. Supaya tidak jadi penyesalan pas kita mau dan sudah beli ikannya. (belum lagi harus dipikirkan mengenai ruang atau letak dimana nantinya kita akan menaruh aquarium tsb.)
Kenapa sebaiknya demikian?
Karena ikan hias yang ada di dunia ini, khususnya yang ada disekitar kita, macam dan jenisnya itu sangat banyak dengan berbagai ciri, karakteristik dan ukuran yang berbeda-beda.
Apabila aquarium yg kita beli/buat terlalu kecil (misalnya ukuran 60 cm x 40cm x 40 cm) , kemudian anda 'hunting' ikan ke sebuah toko penjual ikan hias misalnya, dan anda tertarik untuk membeli misalnya ikan arwana. Memang pada saat dibeli masih kecil (10 - 15 cm) dan anda lupa tidak memperhitungkan bahwa ikan arwana ini bisa tumbuh panjang dan besar sekitar 70cm - 100cm. Sehingga pada waktu ikan arwana ini semakin lama semakin besar, maka aquarium kita yg kecil tidak bisa lagi menampungnya. Akibatnya tentu saja kita perlu aquarium lagi dengan ukuran yg sesuai dengan ikan arwana yang dulu anda beli. Mau tidak mau kita harus merogoh kocek lagi untuk mendapat aquarium tsb.
Atau, biasanya begitu kita hunting ikan ke toko maupun ke farm peternak ikan, kita bernafsu untuk membeli berbagai macam ikan hingga tanpa sadar anda membeli begitu banyak ikan. Begitu sampai rumah, baru anda kebingungan untuk menaruh ikan yg sudah anda beli, karena aquariumnya tidak cukup menampungnya. Apabila dipaksakan untuk mamasukkan semua ikan yang anda beli, maka akibatnya aquarium kita menjadi terlalu padat dan ini bisa membahayakan ikan atau penghuni di dalamnya. Mending kalau anda tahu karakter ikan yang anda beli, kalau tidak 'chaos' dah. Misalnya anda beli ikan yang teritorial (galak), ikan yang peacefull, ikan bergerombol dan itu semua disatukan. Coba saja anda tinggal menghitung hari, detik demi detik.. pelan tapi pasti ikan anda berguguran. Dan juaranya tentu saja yg paling kuat yang tersisa di aquarium anda.
Itu adalah beberapa ilustrasi yang mungkin harus diperhatikan apabila anda berencana untuk memelihara ikan di aquarium.
Sekarang kita kembali, ke aquarium yang sudah kita punya setelah membuat atau membelinya.
Setelah aquarium kita miliki, sekarang tinggal mendesain interior sesuai dengan selera kita agar tampilan aquarium kita tampil cantik, enak dipandang dan nyaman buat penghuni didalamnya. Untuk bahannya, bisa kita dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko penjual aksesoris aquarium atau anda juga bisa berkreasi sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
Langkah pertama, biasanya setting background aquarium yaitu menutup bagian belakang dengan gambar/foto lingkungan di dalam air yang berupa foto tumbuhan air, batu dsb. Selanjutnya bagian dasar diisi dengan pasir atau kerikil. Fungsinya, pemberian pasir / kerikil di dasar aquarium adalah selain mempercantik dan meniru lingkungan habitat ikan di dalam air juga mempercantik penampilan. Selain itu bisa juga dijadikan sebagai media untuk tumbuhnya tanaman air bila kita berencana untuk menambahkannya. Kemudian fungsi lainnya, pasir atau batu bisa membantu proses penjernihan air yaitu menahan kotoran yang berasal dari feces ikan maupun sisa makanan yang tidak termakan oleh ikan supaya tidak berterbangan sehingga membuat air menjadi kelihatan kotor dan keruh. Tapi penambahan pasir atau kerikil pada dasar aquarium disamping memiliki fungsi dan manfaat seperti diatas juga memiliki kelemahannya, yaitu akan mempersulit kita pada saat melakukan pembersihan aquarium secara berkala yang dilakukan dengan penyiponan.
Selanjutnya silahkan kembangkan kreasi anda, untuk mendesain dekorasi dalam tank anda. Apabila belum punya ide atau gambaran, anda bisa melihat contohnya dengan meniru yg sudah jadi atau dari foto dan gambar. Kemudian memilih ornament-ornament apa saja yg dipakai dan juga tumbuhan-tumbuhan yang hendak ditanam dalam aquarium nanti. Catatan : untuk tanaman itu memerlukan keahlian dan perhatian khusus agar tanaman itu bisa tumbuh dan berkembang dalam aquarium. Bagi yang tidak mau repot, bisa cari alternatif lain dengan membeli tumbuhan tiruan yang terbuat dari plastik.
Untuk setting dengan menempatkan tanaman air biasanya dilakukan setelah setting dekorasi dalam aquarium selesai dan setelah diisi air ke dalam aquarium.
Kegunaan penambahan tanaman air dalam aquarium selain sebagai dekorasi juga bisa bermanfaat untuk menyerap dan memproses kehadiran gas karbon (CO2) di dalam air yang bisa berbahaya buat ikan apabila jumlahnya berlebihan.
Jangan lupa, bahwa mendekor aquarium pada prinsipnya selain untuk memanjakan kita agar enak dipandang juga harus ditujukan agar dekorasi tersebut juga enak dan memanjakan penghuni di dalamnya yaitu ikan-ikan peliharaan kita. Kita bisa anteng dan betah melihatnya dan ikan pun hidup dan berkembang dengan aman dan sehat.
Setelah itu, kita melangkah ketahap selanjutnya yaitu aksesoris dan perlengkapan akuarium.
Peralatan dan perlengkapan aquarium yang kita butuhkan diantaranya adalah :
1. Jaring (serokan )
Jaring ini digunakan sebagai alat untuk menangkap ikan apabila anda hendak memasukkan atau memindahkan ke dan dari tempat yang lain.
Pompa air ini bisa dengan mudah diperoleh di toko-toko penjual ikan, aquarium atau aksesoris aquarium. Model dan merknya banyak pilihan dengan harga yang bervariasi. Silahkan anda pilih yg sesuai dengan selera anda dan budget yang anda miliki.
Pompa ini secara garis besar dibedakan menjadi 2 berdasarkan model dan jenisnya yaitu model celup (submersible) dan model darat (diluar air). Model dan jenis pompa yang hendak anda miliki, sebaiknya disesuaikan dengan rencana dari model filtrasi yang hendak anda pilih.
2. Pompa air
Alat ini berfungsi untuk mensirkulasi air sehingga mampu melarutkan oksigen yang ada dipermukaan dengan air yg diperlukan oleh ikan dan menyedot kotoran yang ada dalam tank kemudian disalurkan ke filter apabila pompa ini digabungkan dengan sistem filtrasi/saringan aquarium.Pompa air ini bisa dengan mudah diperoleh di toko-toko penjual ikan, aquarium atau aksesoris aquarium. Model dan merknya banyak pilihan dengan harga yang bervariasi. Silahkan anda pilih yg sesuai dengan selera anda dan budget yang anda miliki.
Pompa ini secara garis besar dibedakan menjadi 2 berdasarkan model dan jenisnya yaitu model celup (submersible) dan model darat (diluar air). Model dan jenis pompa yang hendak anda miliki, sebaiknya disesuaikan dengan rencana dari model filtrasi yang hendak anda pilih.
3. Aerator (Air Pump)
Fungsi dari alat ini hampir sama dengan pompa, yaitu sebagai penyuplai oksigen dan bisa berfungsi juga sebagai penyaring. Alat ini memerlukan perlengkapan tambahan yaitu selang aerator yang disambungkan dari aerator ke dalam air. Diujung selang ini biasanya dipasang ke alat untuk pemecah udara/gelembung (airstone) atau ke saringan/filter.
Udara yang masuk ke dalam air (aerasi) tersebut akan berdifusi membuat sirkulasi hingga ketersedian oksigen (O2) dalam air tetap terjaga secara kontinyu. Disamping itu itu karbondioksida (co2) yang biasanya mengendap di dasar akan terdorong ke atas dan dilepaskan ke udara (menguap). Keberadaan CO2 di dalam air sifatnya berbahaya bagi ikan apabila jumlahnya berlebihan atau diatas ambang batas toleransi ikan.
Alatnya harus diletakan di atas permukaan air, agar pas listrik mati atau anda mematikan alat ini karena alasan tertentu, air dari dalam aquarium tidak turun dan mengalir ke aerator dan kemudian membanjirinya yang kemudian bisa mengakibatkan korsleting pada saat alat ini berfungsi kembali (dinyalakan).
Alatnya harus diletakan di atas permukaan air, agar pas listrik mati atau anda mematikan alat ini karena alasan tertentu, air dari dalam aquarium tidak turun dan mengalir ke aerator dan kemudian membanjirinya yang kemudian bisa mengakibatkan korsleting pada saat alat ini berfungsi kembali (dinyalakan).
Aerator bisa digabungkan dengan pompa air atau bisa pula hanya dipakai salah satu saja. Tergantung dari selera, tujuan dan budget yang anda miliki.
4. Selang (aerator dan penyipon)
Selang yang dimaksud ada 2 jenis yang berbeda ukurannya. Pertama, selang untuk aerator yaitu mengalirkan udara yang dihasilkan mesin aerator ke dalam aquarium guna menghasilkan gelembung. Kedua, yaitu selang penyipon yang berfungsi sebagai alat penyedot kotoran yang ada dalam aquarium.
Untuk selan penyipon ini ukurannya lebih besar dari selang aerator. Anda bisa membuat sendiri atau membeli yang sudah jadi dari toko-toko penjual aksesoris aquarium (biasanya dilengkapi sekaligus pompa sedotannya). Sedangkan apabila anda bermaksud untuk membuat sendiri dengan ukuran yang dikehedaki, bahan-bahannya bisa anda dapatkan di toko-toko bahan bangunan, toko aquarium dsb.
5. Kran aerator
Alat ini berfungsi untuk mengatur besar-kecilnya otuput udara dari mesin aerator. Biasanya dipakai pada saat anda berencana untuk membagi tata letak gelembung dalam aquarium atau pembagian supplai udara dari satu mesin aerator ke dua atau lebih aquarium.Untuk aksesoris lainnya yang berhubungan dengan alat ini adalah sambungan selang, sambungan T, sambungan plus ( + ).
6. Airstone
Seperti yang sudah disinggung dalam bag. aerator, fungsi alat ini adalah untuk memecah udara atau gelembung yg dihasilkan aerator menjadi lebih banyak. Dan karena dipecah menjadi banyak, maka gelembung/udara yang dihasilkan dari alat ini menjadi gelembung-gelembung kecil.Ingat : jumlah gelembung banyak bukan berarti besar, artinya semakin banyak gelembung dihasilkan dan kecil, semakin bagus fungsinya untuk melarutkan (DO) udara ke dalam air.
6. Filter / Saringan
Filter berfungsi untuk menyaring kotoran yang berasal dari feces ikan, sisa makanan, debu dsb. yang berada dalam aquarium (biasanya mengendap di dasar aquarium atau ditempat-tempat yang terlindung/dibawah benda-benda yang diletakkan dalam aquarium). Dengan adanya alat ini, maka membantu menjaga kejernihan dan kualitas air dalam aquarium.
Filter ini memiliki jenis dan ukuran yang beragam. Bila anda tidak mau bersusah payah untuk membuat sendiri dan alasan kepraktisan anda bisa membeli alat filter ini di toko-toko penjual aksesoris aquarium. Silahkan anda pilih sendiri sesuai dengan budget dan ukuran aquarium yang anda miliki. Variasi harganya bermacam-macam, ada brand import maupun produk lokal. Selain itu, anda bisa juga membuatnya sendiri sesuai dengan kreasi anda.
Dilihat dari tata letak, ada filter yang ditempatkan di dalam aquarium dan di luar aquarium. Ada yang diletakkan di atas, di bawah/dasar, di samping, di pojok, dan di tengah aquarium.
Bagi mereka yang menghiasai aquariumnya dengan meletakkan pasir , kerikil atau batu di dasar aquarium ada baiknya anda mencoba dan memilih jenis filtrasi di dasar aquarium. Jenis ini membantu anda untuk menyedot kotoran yang mengendap di pasir, kerikil dan batu sehingga kotoran tersebut akhirnya merembes kebawah/dasar aquarium kemudian disedot oleh filter dasar tersebut. Karena dengan adanya kerikil/pasir ini menyulitkan anda apabila anda hendak melakukan perawatan berkala yaitu dengan melakukan penyedotan kotoran dengan cara di sipon ataupun disedot oleh pompa dan filter diatas pasir/kerikil.
7. Sponge Pembersih kaca
Alat ini berguna untuk membersihkan kaca yang sudah kotor dan kelihatan buram karena ditempeli oleh kotoran dan lumut yang tumbuh didalam aquarium. Alat ini bisa dibuat sendiri atau bisa membeli yang sudah jadi.
Disamping, perlengkapan dan aksesoris yang sudah diuraikan diatas, anda bisa juga memiliki perlengkapan lain yang sifatnya pilihan (optional). Artinya alat ini tidak mutlak harus dimiliki oleh anda untuk keperluan aquarium dan ikan anda.
Optional :
- Thermometer (Alat pengukur suhu air)
- Phmeter (Alat pengukur ph air. Alat ini dipakai untuk mengetahui tinggi rendahnya ph air kita. Ada ikan yang mensyaratkan bisa/aman hidup di ph tertentu).
- Heater (alat pemanas/menaikkan suhu air)
- Lampu UV/hias (Alat penerang yang berfungsi sebagai penghias dan bisa juga digunakan sebagai pengganti sinar matahari yg membantu fotosintesis tanaman dalam aquarium. Hal diperlukan karena biasanya aqurium kita diletakkan di dalam ruangan sehingga sinar matahari tidak/kurang masuk ke dalam aquarium).
- DO meter (Alat untuk mengukur kadar O2 terlarut di dalam air)
- dst
to be contunued
Part 2
Part 2
Wah.... saya pengen punya mini aquarium,, tapi lengkap dengan tumbuhannya juga pencahayaan... kayknay bagus
BalasHapusinfo bagus kang, ikan hias memang dapat menyegarkan pandangan mata, apalagi kalau ada gelembung udaranya :D
BalasHapus